Di tahun 2020 diperkirakan lebih dari setengah penduduk dunia yang online akan bertransaksi online. Dan 34% nya merupakan transaksi ecommerce mobile (smartphone) di Brazil, 45% di Inggris, 47% di Amerika, 63% di Korea Selatan dan yang lebih mengagetkan, 80% transaksi di India dilakukan secara online via mobile. *Survey : Emarketer Agustus 2016 - "Worldwide Retail Ecommerce Sales"
Facebook mendata kenaikan transaksi mobile hingga 53% dari total transaksi dunia selama musim liburan yang lalu. Sudah sewajarnya kalau kita bersiap untuk beralih menyambut era 2020 sebagai momentum "Kesempatan Baru" untuk menjaring kesuksesan di dunia yang semakin cepat berkembang ini.
1. Berubahnya Pola Perdagangan.
Meskipun tingkat kompleksitas masyarakat berbelanja lebih tinggi, namun dengan adanya teknologi, orang cenderung lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menggunakan perangkat smartphone untuk semua kebutuhannya. Mulai dari mencari lokasi sebuah tempat hingga menentukan pilihan untuk berbelanja produk tertentu.
Berdasar Analysis Conversion Pixel Facebook, tingkat konversi transaksi mobile 13% lebih cepat dibanding dari komputer ke komputer. Dan 1 dari 4 penduduk Amerika melakukan express checkout (1-click) di smartphone mereka. Semua terjadi karena jalan pintas berbelanja via mobile berjalan lebih cepat. Mulai dari proses pencarian dan membeli sebuah produk atau merk secara bersamaan dalam satu perangkat.
2. Sulitnya Mencari Pembeda
Dalam dunia mobile ke depannya kita sulit untuk melihat kemana orang membelanjakan dananya, dikarenakan kita tidak bisa melihat pola bagaimana mereka memanfaatkan perangkat tersebut.
Di dunia di mana kenyamanan telah didefinisikan ulang menjadi "one-click buying" dan "on-demand everything" orang tidak hanya akan membayar demi kemudahan tapi juga menjadi penentu keputusan mereka bertransaksi. Pengalaman yang baik akan "tidak terlihat" dan pengalaman buruk akan membuat orang meninggalkan keranjang belanja mereka (abandon cart).
3. Asistensi lebih Personal.
Dengan banyaknya interaksi, reaksi dan transaksi yang terjadi di telapak tangan kita, perangkat mobile kita mungkin merupakan tempat paling pribadi dibanding yang lain. Fakta bahwa 75% pengguna smartphone di AS mengatakan bahwa mereka menyesuaikan aplikasi mana yang tampil di layar Utama, menandakan betapa intimnya orang-orang dengan ponsel mereka. Dan di "tempat pribadi" ini juga, orang akan mengharapkan konten, produk dan pengalaman yang tepat.
Lalu... Apa yang dibutuhkan untuk menyesuaikan keinginan para shoppers tersebut ?
- Browsing Lebih Cepat. 40% pengunjung mobile website akan meninggalkan situs yang lambat setelah 3 detik saja. (Aberdeen Group 2016, "The Very Real Costs of Bad Website performance").
- Langkah checkout tanpa kendala. Dengan lancarnya proses checkout saat berbelanja, 90% orang berniat untuk kembali berbelanja di situs yang sama.
- Integrasi Metode Pembayaran.
Jangan lupa ikuti juga postingan mengenai "Jelajahi peluang Bisnis Lintas Batas"
#nextdigitalmarketer #shiftfor20202 #digitalmarketing #startyourbusiness #ekonomimobile #mobileeconomy

Komentar
Posting Komentar